Kamis, 18 September 2014

Cara sharing DVD rom:

1. Klik Tombol Start, Masuk Ke My Computer

1

2. Klik kanan pada CD-ROM / DVD RW yang akan Kita Bagikan/ di share, Kemudian Pilih/ klik Share and Security

2

3. KlikTombol If you ........

3

4. Centang / Beri tanda "Share this folder on the network". Kemudian kasihkan nama pada "Share name"

4

5. Jika Sukses / berhasil, maka akan muncul icon tangan pada icon yang dishare

5

Sampai disini proses sharing telah berhasil. 


Selasa, 16 September 2014

PKL Di Boutique Harry Darsono Couture

     Aku pernah PKL di boutique Harry Darsono Couture (HDC), pemilik ini yaitu Pak Harry Darsono. Beliau seorang designer terkenal sudah cukup lama, karya-karyanya sudah sering di publikasikan oleh tokoh-tokoh dunia contohnya Mega Wati, Putri Diana, dan artis-artis terkenal lainnya.
       Pengalaman aku saat PKL di sana sangat banyak, di sana aku banyak belajar tentang ciri khas dari boutique (HDC) yaitu melukis di kain organdi. Pekerjaan ini sangat membutuhkan konsentrasi besar, karena melukis ukiran-ukiran detail dan sangat kecil. Aku juga belajar memayet kebaya, dress, selendang organdi, dan banyak lagi. Di saat awal mulai memayet terlihat mudah dan terfikir akan selesai dengan waktu singkat, namun saat di kerjakan sangatlah lama dan melelahkan. Tapi saat melihat hasilnya, tidak akan pernah terbayang, kalau jahitan ini 99% jahitan tangan. Di sana ada beberapa pegawai yang umurnya di atas usia 30an. Aku merasa kurang cocok bila ngobrol bersama mereka. Aku selalu berkata apa yang sedang aku rasakan tanpa pernah berfikir kalau mereka tidak menyukai sifatku, intinya aku sering merasakan sakit hati oleh salah satu pegawai (HDC).
        Aku sudah banyak mendengar tentang Pak Harry, kenapa dia ngga menikah, sifatnya seperti wanita tua. Kalian taulah sifat-sifat wanita tua saat berbicara seperti apa, hehehe... ya banyak dan banyak lagi deh.
      Sedihnya PKL di HDC, sangat lelah sekali, setiap jum'at aku, teman-teman dan pegawai harus bersih-bersih rumah yang seperti istana besar yang bertingkat 3 dan penuh dengan prabotan-prabotan kerajaan, yang harganya mencapai ratusan juta. Kebayangkan kalau ngejatuhin 1 barang aja, gantiin kerugiannya ngga cukup ngumpulin uang 1s/d 5 tahun. Aku dan kawan-kawan yang pernah PKL disana sering di suruh Pak Harry untuk ngerebus bubur kacang ijo, ketan item, angetin bak pao, ambil ini ambil itunaik turun laintai hampir setiap hari. Makanya kalau pak Harry lagi ngga stay di rumah, emmm.... surga dunia banget, yang dimana aku, kawan-kawan dan pegawai bisa tidur santai.
        Itu pengalaman kerjaku di tempat PKL, terimakasih sudah membaca blog aku.

Sabtu, 06 September 2014

Langkah - Langkah Sharing Folder Pada Jarigan komputer

CARA SHARING ANTAR KOMPUTER

Anda dapat membuka file yang ada di komputer lain dalam satu jaringan, hanya saja file tersebut harus berada di dalam sebuah folder yang telah di-share, berikut adalah langkah-langkah untuk Sharing Folder:
1. Klik kanan pada folder yang akan Anda share dalam jaringan.
2. Pilih Sharing and Security …
3. Setelah muncul jendela properties, pilih Sharing.
4. Ceklist pada share this folder on the network.
5. Pada bagian Share name ketikkan nama folder pengenal di    jaringan.
Sekarang Anda bisa mengakses folder yang telah Anda share tadi melalui komputer lain yang terkoneksi dalam satu jaringan dengan cara mengetikkan \\nama_komputer_atau_ip_address\nama_folder pada address bar.

Kamis, 04 September 2014

perbedaan jaringan komputer DHCP dan TCP/IP

- DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.




 
 Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
            Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.
 
-TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
TCP/IP pun mempunyai beberapa layer, layer-layer itu adalah :
IP (internet protocol) yang berperan dalam pentransmisian paket data dari node ke node. IP mendahului setiap paket data berdasarkan 4 byte (untuk versi IPv4) alamat tujuan (nomor IP). Internet authorities menciptakan range angka untuk organisasi yang berbeda. Organisasi menciptakan grup dengan nomornya untuk departemen. IP bekerja pada mesin gateaway yang memindahkan data dari departemen ke organisasi kemudian ke region dan kemudian ke seluruh dunia.
TCP (transmission transfer protocol) berperan didalam memperbaiki pengiriman data yang benar dari suatu klien ke server. Data dapat hilang di tengah-tengah jaringan. TCP dapat mendeteksi error atau data yang hilang dan kemudian melakukan transmisi ulang sampai data diterima dengan benar dan lengkap.
Sockets yaitu merupakan nama yang diberikan kepada subrutin paket yang menyediakan akses ke TCP/IP pada kebanyakan sistem.